Sabtu, 17 Mei 2014

Keyakinan


            “Ka boleh masuk nggak?”, tiba – tiba dari balik pintu ruang praktikum seorang lelaki berkemeja merah datang. Karena sudah terlambat dia sangat gugup dan panik, khawatir jika asisten laboratorim tersebut tidak mengijinkan dia masuk. “Ya silahkan, kalo bisa cepet ya mas.”,asisten laboratorium tersebut berbicara dengan suara lantang. Andre, mahasiswa laki – laki itu biasa disapa. Dan kemudian dia memilih tempat duduk yang kosong walaupun semua tempat duduk yang komputernya masih menyala sudah penuh. Dia memilih duduk di sebelah Rina, mahasiswi yang juga sekelas dengan Andre.

            “Ndre, ko lo telat sih? Emang bangung jam berapa?”, Rina bertanya dengan heran kepada Andre. “Iya nih tadi kesiangan bangunnya, terus ada urusan juga makanya bisa telat gini.”, jawab Andre. “Oh tapi kurang siang Ndre datengnya.”, Rina nyengir sambil menyindir Andre. “Yah jangan dong. Ini aja gue Alhamdulillah masih dikasih kesempatan buat masuk lab sama kaka asistennya.”, Andre menjawab sambil terengah – engah karena lelah terburu – buru saat masuk ke ruang praktikum. Rina hanya tersenyum melihat tingkah Andre yang sedang sangat kelelahan.

            Rina dan Andre memang satu kelas di kampus. Tetapi mereka berdua baru dekat akhir-akhir ini karena Andre sering menghubungi Rina baik lewat pesan pendek atau bahasa sekarang disebut sms, terkadang Andre juga sering menelpon Rina jika hendak menanyakan tmengenai tugas kampus mereka. Tetapi Rina heran karena akhir – akhir ini Andre sudah jarang menghubungi Rina. Karena Rina merasa mempunya kesalahan kepada Andre, Rina memutuskan untuk menanyakan hal tersebut kepada Andre. “Ndre, ko akhir – akhir ini lo udah jarang sms gue? Kenapa Ndre? Gue punya salah ya sama lo?” “Ah nggak ko Rin, perasaan lo aja kali. Emang akhir – akhir ini gue lagi males beli pulsa. Mau hubungin siapa juga kan, pacar aja nggak punya. Haha...” “Iya juga sih. Eh tapi gue juga suka iseng Ndre. Karena sama kaya lo, gue kan juga nggak punya pacar. Kalo lo entar udah ada pulsa terus sempet juga, sms gue aja ya. Kan biasanya lo suka curhat tuh soal mantan lo. Hahaa..” “Oke deh nanti kalo gue udah ada pulsa, gue sms lo ko.” Tanpa mempedulikan asisten laboratorim yang sedang asik menjelaskan materi, mereka berdua berbincang bincang.

            Benar saja, karena permintaan Rina tadi Andre kemudian berinisiatif untuk membeli pulsa dan menghubungi Rina. Mereka berdua kembali dekat melalui sms tersebut. Dan dalam tiga hari mereka pendekatan akhirnya Andre memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya kepada Rina. Tetapi Andre menyatakan perasaannya melalui sms. Setelah mereka asik bersenda gurau lewat sms, akhirnya Andre mencoba memberanikan diri dan yakin untuk menyatakan perasaannya pada Rina. “Rin, gue mau ngomong serius sama lo.” “Mau ngomong apa Ndre? Serius amat kayanya. Ngomong aja kali, kaya sama siapa aja lo. Hehe..” “Rin, ini mungkin terlalu cepet tapi entah kenapa gue suka sama lo. Gue tau padahal kita baru deket akhir – akhir ini tapi ya gue juga nggak tau, perasaan ini dateng tiba – tiba. Lo mau nggak jadi pacar gue?” Rina tersentak kaget setelah mengetahui pengakuan Andre. “Lo serius Ndre? Emm.. gimana ya. Bisa nggak gue jawabnya nanti aja pas di kampus. Gue berpikir kayanya ini terlalu cepet aja. Nggak apa - apa kan?” Andre berkata, “Nggak apa – apa Rin, santai aja. Gue tunggu jawabannya ya pas kita ketemu nanti.” “Oke sip.”, Rina mengiyakan.

            Setelah itu Rina merenung. Setelah dia mengetahui perasaan Andre, dia sangat bingung dan tidak tau harus berbuat apa. Rina mulai sadar sedikit demi sedikit ada perasaan yang tumbuh di hatinya dan perasaan itu adalah perasaan cinta yang tumbuh seiring berjalannya waktu selama ini dia dekat dengan Andre. Rina akhirnya memiliki keyakinan bahwa Andre adalah laki – laki yang pas untuk menjadi tambatan hatinya.


            Keesokan harinya setelah sudah selesai kuliah, mereka berdua akhirnya berbicara dan Andre pun menagih janji Rina kepadanya. “Gimana Rin jawabannya? Lo mau apa nggak jadi pacar gue?” Rina pun terdiam. Dan pada akhirnya Rina bertanya, “Gue mau tau kenapa lo begitu yakin mau nyatain perasaan lo dan yakin gue bakal terima lo buat jadi pacar gue?” Kemudian Andre menjawab, “Gue tau ini terlalu cepet, tapi hati gue udah yakin kalo lo tuh cewe yang udah bener – bener gue pilih buat jadi pacar gue. Hati gue yang milih lo.” Dan pada akhirnya Rina pun memberikan jawabannya, “Kalo gitu gue juga mau jadi pacar lo Ndre.” Andre pun sangat bahagia dan setelah itu dia pun langsung berkata kepada Rina. “Makasi banget yah Rin lo udah mau nerima gue. Tapi lo juga kenapa yakin buat nerima gue jadi pacar lo?” Rina pun tersenyum kemudian menjawab, “Sama kaya jawaban lo. Entah kenapa gue udah bener – bener yakin kalo lo itu emang cowo yang baik dan bisa jadi pacar yang baik buat gue.” Andre pun tersenyum mendengar perkataan Rina. Dan mereka berdua belajar satu hal. Suatu keyakinan bukan diukur dari seberapa lama kita mengenal orang tersebut, tetapi semua itu akan dikalahkan dengan perasaan didalam hati kita, yaitu perasaan sayang dan cinta. 

Minggu, 20 April 2014

“Peranan Gadget Bagi Masyarakat Luas"

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah
            Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi sangat berperan dalam kehidupan manusia. Kemajuan teknologi dengan kehidupan manusia seakanakan tidak dapat dipisahkan. Dengan kemajuan teknologi kita dapat memperoleh berbagai informasi yang ada di belahan dunia. Kemajuan teknologi tentunya menyebabkan perubahan yang begitu besar terhadap kehidupan umat manusia di berbagai bidang dan memberikan dampak yang begitu besar terhadap nilainilai kebudayaan yang dianut masyarakat, termasuk gaya hidup dan pola pikir masyarakat. Teknologi diciptakan untuk mempermudah setiap kegiatan manusia. Teknologi memiliki berbagai macam jenis yang tidak terhitung jumlahnya. Salah satu contoh teknologi yang paling populer pada era globalisasi ini adalah gadget. Beberapa orang pernah bahkan sering mendengar kata “gadget”. Namun tidak banyak dintara mereka yang mengerti apa yang dimaksud dengan gadget itu sendiri. Karena itulah kami memilih gadget sebagai pokok bahasan pada karya tulis kami agar dapat menambah wawasan kepada para pendengar dan pembaca mengenai gadget.
             Selain itu kami juga memilih gadget sebagai pokok bahasan kami dikarenakan peminat gadget yang sangat banyak. Beberapa tahun yang lalu gadget hanya dimiliki oleh kalangan pembisnis untuk kelancaran pekerjaannya. Namun, sekarang gadget telah dimiliki oleh setiap kalangan. Hal ini dikarenakan bentuk gadget yang beraneka ragam dan sangat menarik serta memiliki berbagai fungsi selain untuk berkomunikasi juga untuk berbagi, mencipta, dan menghibur dengan audio, video, gambar, tulisan, musik dan sebagainya. Sebagai salah seorang yang hidup pada era globalisasi ini kita perlu mengikuti segala perkembangan yang terjadi khususnya di bidang teknologi seperti gadget. Namun, perlu diperhatikan bahwa fasilitas yang disediakan oleh gadget tidak hanya menimbulkan dampak positif tetapi juga menimbulkan dampak negatif. Karena itu, kita perlu berhati-hati dalam menggunakan teknologi ini.

2. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :
·        Untuk mengetahui perkembangan gadget.
·         Memberikan informasi kepada para pendengar dan pembaca mengenai definisi gadget beserta contoh-contohnya.
·         Menambah wawasan para pendengar dan pembaca mengenai peranan gadget dalam kehidupan.
·         Memberikan informasi kepada para pendengar dan pembaca mengenai dampak positif dan negatif menggunakan gadget.
·         Memberikan gambaran tentang pengaruh penggunaan gadget bagi kesehatan.
·         Memberikan masukan kepada para pendengar dan pembaca khususnya bagi pengguna gadget agar menggunakan teknologi ini dengan bijak.

3. Manfaat Penelitian    
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat :
Dengan dibuatnya karya tulis ini hendaknya dapat menambah wawasan kita mengenai gadget, peran gadget serta dampak yang ditimbulkan dari penggunaan gadget.



BAB II
LANDASAN TEORI

1.  Pengertian Gadget
            Gadget adalah sebuah benda (alat atau barang elektronik) teknologi kecil yang memilki fungsi khusus, tetapi sering diasosiasikan sebagai sebuah inovasi atau barang baru. Gadget selalu diartikan lebih tidak biasa atau didesain secara lebih pintar dibandingkan dengan teknologi normal pada masa penemuannya. Gadget biasa disebut dengan gizmos.
             Perkembangan Gadget Teknologi semakin maju seiring dengan perkembangan zaman. Gadget sebagai alat teknologi yang banyak diminati juga mengalami perkembangan. Pada era globalisasi ini jenis, fitur, maupun bentuk gadget sudah beragam.
            Bagi sebagian orang, gadget bisa disebut sebagai pasangan hidup. Karena tanpa gadget mereka akan merasa sangat kesulitan. Bagi orang-orang tersebut, gadget merupakan benda yang mutlak mereka miliki. Bahkan tidak jarang diantara mereka yang rela menghamburkan uang untuk mengoleksi gadget-gadget kesukaan mereka. Mengoleksi gadget tidak dilarang tetapi malah dianjurkan karena gadget yang super fungsi ini dapat membantu mempermudah pekerjaan kita. Dengan catatan harus disesuaikan dengan pendapatan. Jika kita tidak pandai mengatur pendapatan dan pengeluaran, maka keinginan untuk mengoleksi gadget hanya akan menimbulkan gaya hidup konsumtif yang akan membawa pengaruh buruk bagi kehidupan kita.


2. Jenis-Jenis
Jenis-jenis gadget, yaitu komputer (termasuk laptop dan desktop), handphone, video games gadget seperti PSP, video gadget seperti MP4, audio gadget seperti iPods, dan kamera.


3. Bahaya
Bahaya dalam penggunaan gadget adalah sebagai berikut :
·         Menurunkan prestasi belajar bagi anak-anak yang suka bermain video games.
·          Bagi anak-anak yang suka menggunakan gadget seperti televisi sebelum tidur mungkin akan mengalami masalah konsentrasi dan kehilangan mood belajar keesokan harinya. get-gadgetnya sehingga dapat melalaikan kewajibannya.
·         Menimbulkan sifat konsumtif bagi mereka yang suka mengoleksi gadget karena harga gadget relatif mahal.  


4. Dampak Positif dan Negatif Penggunaan Gadget
Dampak Positif :
·         Kita dapat mengetahui dan mengikuti segala perkembangan yang ada di dunia dengan menggunakan gadget seperti Skiff Reader via internet.
·          Kita bisa mengambil foto atau merekam aktivitas dengan menggunakan gadget, misalnya kamera poket.
·         Bagi pecinta musik, kita dapat mendengarkan musik sepuasnya dengan menggunakan audio gadget seperti iPods. Gadget ini dapat merekam apapun dan dilengkapi fitur radio FM serta kemampuan membaca eBook yang juga ditanamkan didalamnya.
·          Dengan menggunakan video gadget seperti MP4 player, kita tidak perlu lagi menonton film atau video di komputer, kita bisa menonton film di MP4 secara langsung walaupun dengan ukuran yang lebih kecil.
·         Kita bisa bermain game-game canggih yang dimainkan melalui video games gadget seperti PSP yang dapat menjadi sarana hiburan.
·         Dapat mempermudah komunikasi dengan menggunakan handphone via SMS dan telepon. Selain itu jika kita bepergian, kita dapat mengetahui dimana posisi kita karena GPS sudah mulai tertanam di handphone terkini.
·          Dapat membantu kita menyelesaikan pekerjaan secara efektif misalnya dengan menggunakan komputer atau laptop.
·         Sebagian besar gadget mudah dibawa kemana-mana sehingga kita dapat menggunakan fasilitas yang dimiliki gadget dimanapun dan kapanpun.

Dampak Negatif :
·         Menurunkan prestasi belajar bagi anak-anak yang suka bermain video games.
·          Bagi anak-anak yang suka menggunakan gadget seperti televisi sebelum tidur mungkin akan mengalami masalah konsentrasi dan kehilangan mood belajar keesokan harinya. get-gadgetnya sehingga dapat melalaikan kewajibannya.
·         Menimbulkan sifat konsumtif bagi mereka yang suka mengoleksi gadget karena harga gadget relatif mahal.


5. Pengaruh Gadget
Pengaruh Penggunaan Gadget Bagi Kesehatan Di balik kemudahan dan kecanggihan yang diberikan kepada penggunanya, gadget kerap mendatangkan risiko dan efek buruk bagi kesehatan. Pengaruh penggunaan gadget bagi kesehatan yang akan kami bahas kali ini diwakilkan oleh salah satu gadget yang paling banyak peminatnya yaitu handphone. Tidak jarang kita mendengar adanya laporan hasil riset yang mengaitkan efek radiasi handphone dengan sejumlah penyakit, seperti kanker atau tumor. Berikut adalah bagian tubuh yang mengalami risiko jika kita tidak bijak menggunakan handphone.
1. Kepala Para dokter di Amerika Serikat belum lama ini mengidentifikasi suatu gejala yang disebut "ringxiety" di mana seseorang merasakan dirinya seakan-akan mendengar suara ponsel berbunyi, padahal suara itu tidak pernah ada. Sebuah riset menyebutkan bahwa lebih dari 60 persen pengguna ponsel menderita gangguan yang juga disebut "phantom ringing" tersebut.
2. Telinga Peneliti di India menemukan, mereka yang mendengarkan musik dari earphone yang terhubung dengan ponsel berisiko ribuan kali lipat mengalami kontaminasi bakteri dalam telinga dibandingkan dengan yang tidak. Memakai earphones akan membuat saluran atau rongga telinga menjadi lebih hangat dan lembab sehingga kuman akan lebih mudah berkembang.
3. Jempol Gerakan yang berulang-ulang dari jempol dan telunjuk seperti dapat menimbulkan cedera dan otot-otot menjadi tegang. Ini akan memicu rasa sakit pada Page gambil rihat setelah 30 menit memakai ponsel atau alat apa pun.
4. Kulit Ponsel juga dapat memicu ruam kulit. Menurut Asosiasi Dermatologi Inggris, mobile phone dermatitis adalah gangguan pada kulit yang dapat dipicu akibat terlalu lama menggunakan atau menempelkan ponsel pada kulit.
5. Tangan Penggunaan berlebihan pada konsol permainan, seperti Wii dan Xbox, bisa menyebabkan neutrophilic hidradenitis—sejenis lesi berwarna merah pada tangan. Gangguan ini juga disebut PlayStation Pimple. Kondisi ini, menurut British Journal of Dermatology, diakibatkan keringat yang berlebihan karena Page 13 memegang handsets.


B. Kesimpulan hipotesis Sementara
Hipotesis adalah pendapat atau kesimpulan sementara, dengan kata lain suatu pendapat yang kita gunakan untuk menangkap kenyataan kebenaran dari suatu hal yang belum terbukti kebenarannya atau merupakan penjelasan percobaan ke arah perjalanan penjelasan yang pasti, tetapi ada alasannya yang merupakan suatu keismpulan yang agak pasti.



BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
            Salah satu teknologi yang saat ini sedang populer dan paling banyak diminati adalah gadget. Gadget adalah teknologi yang sangat tepat untuk membantu menyelesaikan pekerjaan kita secara efektif dan sebagai sarana hiburan. Gadget sangat beragam jenisnya seperti audio gadget, iPods, video gadget, kamera gadget, dan sebagainya. Seiring dengan perkembangan zaman, gadgetpun terus berkembang baik dari segi fitur maupun bentuknya. Peminat gadget sangatlah banyak karena fasilitas yang dimilikinya sangatlah menarik sehingga peranan gadget dalam kehidupan sangatlah besar. Namun, perlu diingat bahwa gadget tidak hanya menimbulkan dampak positif bagi penggunanya tetapi juga menimbulkan dampak negatif. Karena itu kita harus cermat dalam menggunakan teknologi mutakhir ini.

B. Saran            
            Sebagai generasi muda, kita perlu berperan dalam kemajuan teknologi yang ada pada era globalisasi ini agar kita selalu dapat mengikuti perkembangan zaman. Bagi Anda yang suka mengoleksi gadget hendaknya dapat mengatur mana keperluan yang lebih penting atau tidak penting agar tidak menimbulkan gaya hidup yang konsumtif. Bagi Anda yang termasuk maniac gadget hendaknya dapat mengatur waktu seperti mengurangi intensitas pemakaian gadget agar tidak melalaikan kewajiban utama.
            Penggunaan gadget yang tidak sewajarnya dapat berpengaruh pada kesehatan. Misalkan penggunaan handphone yang terlalu lama. Karenanya, kita harus mempergunakan gadget dengan cermat agar kiranya tidak berakibat buruk bagi kesehatan. Telah dijelskan bahwa gadget juga dapat menimbulkan dampak negatif, kita sebagai pengguna hendaknya dapat menggunakan teknologi ini dengan bijak agar tidak terkena dampak negatifnya. Fasilitas yang telah diberikan dalam sebuah gadget sebaiknya dipergunakan dengan sebaik mungkin dan sebagaimana mestinya.




Jumat, 28 Maret 2014

PENALARAN DEDUKTIF DAN PENALARAN INDUKTIF


PENALARAN DEDUKTIF

1.Silogisme
  • Silogisme kategorial
Kategorial dapat dibatasi sebagai suatu argumen deduktif yang mengandung suatu rangkaian yang terdiri dari tiga proposisi katergorial, yang disusun sedemikian rupa sehingga ada tiga term yang muncul dalam rangkaian pernyataan itu. Tiap-tiap term hanya boleh muncul dalam dua pernyataan, contoh :
·         Semua Auditor adalah lulusan sarjana Akuntansi
·         Ayu adalah seorang Auditor
·         Konklusi  : Ayu adalah lulusan sarjana Akuntansi

  •     Silogisme hipotesis atau silogisme pengandaian
Adalah semacam pola penalaran deduktif yang mengandung hipotese. Silogisme hipotetis bertolak dari suatu pendirian, bahwa ada kemungkinan apa yang disebut dalam proposisi itu tidak ada atau tidak terjadi. Premis mayornya mengandung pernyataan yang bersifat hipotesis. Oleh karena sebab itu rumus proposisi mayor dari silogisme ini adalah:  jika A è B
·         Premis mayor :  Jika ketua Mahkamah Konstitusi melakukan tindakan penyuapan maka dia akan dipenjara
·         Premis minor : Ketua Mahkamah Konstitusi melakukan tindakan penyuapan
·         Konklusi        : oleh sebab itu dia akan dipenjara.


  •     Silogisme Alternatif (disjungtif).
Jenis silogisme yang ketiga adalah silogisme alternatif atau disebut juga silogisme disjungtif. Silogisme ini dinamakan demikian, karena proposisi mayornya merupakan sebuah proposisi yang mengandung kemungkinan-kemungkinan atau pilihan-pilihan. Sebaliknya porposisi minornya adalah proposisi kategorial yang menerima atau menolak salah satu alternatifnya. Sebagai contoh berikut :
                Premis mayor    : Ayu memilih jurusan Akuntansi atau Teknik Geofisika
                Premis minor     : Ayu memilih jurusan Akuntansi
                Konklusi           :  oleh karena itu, Ayu tidak memilih jurusan Teknik Geofisika



2. Entimen

Silogisme sebagai suatu cara untuk menyatakan pikiran tampaknya bersifat artifisial. Dalam kehidupan sehari-hari biasanya silogisme itu muncul hanya dengan dua proposisi, salah satunya dihilangkan. Walaupun dihilangkan, proposisi itu tetap dianggap ada dalam pikiran, dan dianggap diketahui pula oleh orang lain. Bentuk semacam ini dinamakan entimen yang berarti ‘simpan dalam ingatan’ dalam bahasa yunani. Dalam tulisan-tulisan bentuk inilah yang dipergunakan, dan bukan bentuk yang formal seperti silogisme. Contoh :
Ø  Semua dosen fakultas Ekonomi Gunadarma adalah lulusan Sarjana Magister
Ø  Ibu Desy adalah dosen fakultas ekonomi Gunadarma
Ø  Oleh karena itu, ibu Desy adalah lulusan Sarjana Magister



PENALARAN INDUKTIF

1. Generalisasi

Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulanumum.Tamara Bleszynski adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik. Nia Ramadhani adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.Generalisasi: Semua bintang sinetron berparas cantik.
Pernyataan semua bintang sinetron berparas cantik hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.Contoh kesalahannya: Omas juga bintang iklan, tetapi tidak berparas cantik.

Macam-macam generalisasi :

-Generalisasi sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.Contoh: sensus penduduk

-Generalisasi tidak sempurna
Adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidikiditerapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.Contoh: Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantalon.


2. Analogi

Analogi adalah suatu proses penalaran dengan menggunakan perbandingan dua hal yang berbeda dengan cara melihat persamaan dari dua hal yang di perbandingkan tersebut sehingga dapat digunakan untuk memperjelas suatu konsep.

3. Contoh Paragraf Sebab-Akibat

Penumpukan sampah kian hari tidak bisa diatasi. Ditambahkan dengan kebiasaan warga membuang sampah secara sembarang yang semakin memperburuk keadaan. Pemerintahpun terkesan tidak sigap mengambil tindakan mengatasi problematika bersama ini. Dan hasilnya, banjir tiap tahun merupakan menu wajib di ibukota. Banyak rumah yang terendam. Dan juga alur perekonomian pun perlahan mati suri.

Contoh Paragraf Akibat-Sebab

Bencana banjir banyak terjadi dimana-mana sekarang. Bencana banjir tidak hanya melanda daerah dataran rendah yang memang sudah menjadi langganan banjir, namun beberapa daerah di dataran tinggi juga dilanda musibah banjir. Kira-kira 20 tahun yang lalu, Bandung termasuk wilayah yang ebas banjir. Namun apa yang terjadi sekarang? setiap musim hujan tiba dan terjadi hujan deras dalam beberapa jam, sudah bisa dipastikan banyak wilayah di Bandung yang tergenang banjir. Begitu juga dengan beberapa wilayah di Sulawesi yang akhir-akhir ini dilanda banjir bandang. Padahal Sulawesi termasuk wilayah dengan jumlah hutan yang tidak bisa dibilang sedikit. Pembalakan hutan secara liar, pembangunan wilayah yang tidak memperhatikan sistem drainase merupakan dua penyebab utama bencana banjir yang banyak terjadi belakangan ini.


Sumber :

Selasa, 11 Maret 2014

DEFINISI

Penalaran

Penalaran adalah sebuah pemikiran untuk dapat menghasilkan suatu kesimpulan. Ketika seseorang sedang melanarkan sesuatu, maka seseorang tersebut akan mendapat sebuah pemikiran dimana pemikiran tersebut adalah suatu kesimpulan masalah yang sedang dihadapi. Contoh saja kalau kita sedang berkendara dan terjebak di derasnya hujan, apakah yang akan kita lakukan?disitulah nalar kita bekerja. mencari sebuah solusi agar kita bisa terhindar dari derasnya hujan dengan cara memikirkan sesuatu yang bisa dipakai untuk berteduh.

Proporsi

adalah “pernyataan dalam bentuk kalimat yang memiliki arti penuh, serta mempunyai nilai benar atau salah, dan tidak boleh kedua-duanya”.
Maksud kedua-duanya ini adalah dalam suatu kalimat proposisi standar tidak boleh mengandung 2 pernyataan benar dan salah sekaligus.
Rumus ketentuannya :
+ S + K + P
Keterangan :
Q : Pembilang / Jumlah
(ex: sebuah, sesuatu, beberapa, semua, sebagian, salah satu, bilangan satu s.d. tak terhingga)
Q boleh tidak ditulis, jika S (subjek) merupakan nama dan subjek yang pembilang nya sudah jelas berapa jumlahnya :
a. Nama (Pram, Endah, Ken, Missell, dll)
b. Singkatan (PBB, IMF, NATO, RCTI, ITC, NASA, dll)
c. Institusi (DPRD, Presiden RI, Menteri Keuangan RI, Trans TV, Bank Mega, Alfamart, Sampurna, Garuda Airways, dll)
S : Subjek adalah sebuah kata atau rangkaian beberapa kata untuk diterangkan atau kalimat yang dapat berdiri sendiri (tidak menggantung).
K : Kopula, ada 5 macam : Adalah, ialah, yaitu, itu, merupakan.
P : Kata benda (tidak boleh kata sifat, kata keterangan, kata kerja).
Contoh :

1. Gedung MPR terletak 500 meter dari jembatan Semanggi.
Jawaban :1. Cari P (kata bendanya dulu) : Gedung MPR atau Jembatan Semanggi,
2. Pasang K (kopula) yang cocok : adalah
3. Bentuk S (subjek) yang relevan : (lihat contoh)
4. Cari bentuk Q – nya yang sesuai.

Evidensi
Evidensi adalah semua fakta yang ada, yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu. Evidensi merupakan hasil pengukuan dan pengamatan fisik yang digunakan untuk memahami suatau fenomena. Evidensi sering juga disebut bukti empiris.
Inferensi merupakan suatu proses untuk menghasilkan informasi dari fakta yang diketahui. Inferensi adalah konklusi logis atau implikasi berdasarkan informasi yang tersedia. Dalam sistem pakar, proses inferensi dialakukan dalam suatu modul yang disebut inference engine. Ketika representasi pengetahaun pada bagian knowledge base telah lengkap, atau paling tidak telah berada pada level yang cukup akurat, maka representasi pengetahuan tersebut telah siap digunakan.

Cara Menguji Data
Supaya data dan informasi dapat di pergunakan dalam penalaran data dan informasi itu harus merupakan fakta. Dalam kedudukannya yang pasti sebagai data, bahan-bahan itu siap digunakan sebagai evidensi. Oleh sebab itu perlu diadakan pengujian-pengujian melalui cara-cara tertentu. Di bawah ini akan di kemukakan beberapa cara yang dapat dipergunakan untuk mengadakan pengujian tersebut.

a.   Observasi
Fakta-fakta yanag telah diajukan sebagai evidensi mungkin belum memuaskan seseorang pengarang atau penulis. Untuk lebih meyakinkan dirinya sendiri dan sekaligus dapat menggunakannya sebaik-baiknya dalam usaha menyakinkan para pembaca, maka kadang-kadang pengarang merasa perlu untuk mengadakan peninjauan atau observasi singkat untuk mengecek data atau informasi itu dan sesungguhnya dalam beberapa banyak hal pernyataan-pernyataan yang diberikan oleh seseorang, biasanya didasarkan pula atas observasi yang telah diadakan.

b. Kesaksian
Keharusan menguji data dan informasi, tidak selalu harus diakukan dengan observasi. Kadang-kadang sangat sulit untuk mengharuskan seseorang mengadakan observasi atas obyek yang akan dibicarakan. Kesulitan itu terjadi karena waktu, tempat, dan biaya yang harus di keluarkan. Untuk mengatasi hal itu penulis atau pengarang dapat melakukan pengujian dan meminta kesaksian atau keterangan dari orang lain, yang telah mengalami sendiri atau menyelidiki sendiri persoalan itu.
Demikian pula halnya dengan penulis dan pengarang atau penulis, untuk memperkuat evidensinya mereka dapat mempergunakan kesaksian orang lain yang telah mengalami peristiwa tersebut.

c. Autoritas
Meminta pendapat dari suatu autoritas, yakni pendapat dari seorang ahli, atau mereka yang telah menyelidiki fakta-fakta itu dengan cermat, memperhatikan semua kesaksian, menilai semua fakta kemudian memberikan pendapat mereka sesuai dengan keahlian mereka dalam bidang itu.

Cara Menguji Fakta
Sebagai telah dikemukakan diatas, untuk menetapkan apakah data atau informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penilaian, apakah data-data atau informasi itu merupakan kenyataan atau hal-hal yang sunguh-sungguh terjadi. Penilaian tingkat pertama hanya diarahkan untuk mendapatkan keyakinan bahwa semua keyakinan itu adalah fakta.

a. Konsistensi
Dasar pertama yang harus dipakai untuk menetapkan fakta mana yang akan dipakai sebagai evidensi adalah konsistenan. Sebuah argumentasi akan kuat dan mempunyai tenaga persuasif yang tinggi, kalau evidensi-evidensinya bersifat konsisten, tidak ada suatu evidensi bertentangan atau melemahkan evidensi yang lain.

b. Koherensi
Dasar kedua yang dapat dipakai untuk mengadakan penilaian atau fakta mana yang dapat dipergunakan sebagai evidensi adalah masalah koherensi.Semua fakta yang akan digunakan sebagai evidensi harus pula koherendengan pengalaman-pengalaman manusia, atau sesuai dengan pandangan atau sikap yang berlaku.


Cara Menguji Autoritas

Seorang penulis yang baik dan obyektif selalu akan menghindari semua desas-desus, atau kesaksian tangan kedua. Penulis yang baik akan membedakan apa pula apa yang hanya merupakan pendapat saja, atau pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data-data fundamental. Demikian pula sikap seorang penulis menghadapi pendapat autoritas. Ada kemungkinan bahwa suatu autoritas dapat melakukan suatu kesalahan-kesalahan. Untuk menilai suatu otoritas, penulis dapat memilih beberapa pokok berikut :

a. Tidak Mengandung Prasangka
Dasar pertama yang perlu diketahui oleh penulis adalah pendapat autoritas sama sekali tidak boleh mengandung prasangka. Yang tidak mengandung prasangkaartinya pendapat itu disusun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh ahli itu sendiri, atau didasarkan pada hasil-hasil eksperimental yang dilakukannya. Pengertiantidak mengandung prasangka juga mencakup hal lain, yaitu bahwa autoritas itu tidak boleh memperoleh keuntungan pribadi dari data-data eksperimentalnya. Bila faktor-faktor itu tidak mempengaruhi autoritas itu, maka pendapatnya dapat dianggap sebagai suatu pendapat yang obyektif.

b. Pengalaman dan Pendidikan Autoritas
Dasar kedua yang harus diperhitungkan penulis untuk memperhitungkan penulis untuk menilai pendapat suatu otoritas adalah menyangkut pengalaman dan pendidikan autoritas. Pendidikan yang diperoleh menjadi jaminan awal, pendidikan yang diperolehnya harus dikembangkan lebih lanjut dalam kegiatan-kegiatan sebagai seorang ahli yang diperoleh melalui pendidikan tadi. Pengalaman-pengalaman yang diperoleh autoritas, penelitian-penelitian yang dilakukan dan prestasi hasil-hasil penelitian dan hasil pendapatnya akan lebih memperkokoh kedudukannya, dengan catatan bahwa syarat pertama diatas harus juga di perhatikan.

c. Kemashuran dan Prestise
Faktor ketiga yang harus diperhatikan oleh penulis untuk menilai autoritas adalah meneliti apakah pernyataan atau pendapat yang akan dikutip sebagai autoritas itu hanya sekedar bersembunyi dibalik kemasyuran dan prestise pribadi dibidang lain. Apakah ahli itu menyertakan pendapatnya dengan fakta-fakta yang meyakinkan.

d. Koherensi dengan Kemajuan
Hal keempat yang perlu diperhatikan oleh penulis argumentasi adalah apakah pendapat yang diberikan autoritas itu sejalan dengan perkembangan dengan kemajuan jaman, atau koheren dengan pendapat atau sikap terahir dalam bidang itu. Pengetahuan dan pendapat terahir tidak selalu berarti bahwa pendapat itulah yang terbaik. Tetapi harus diakui bahwa pendapat-pendapat terahir dari ahli-ahli dalam bidang yang sama lebih dapat diandalkan, karena autoritas-autoritas semacam itu memperoleh kesempatan yang paling baik untuk membandingkan semua pendapat sebelumnya, dengan segala kebaikan dan keburukan atau kelemahannya, sehingga mereka dapat mencetuskan suatu pendapat yang lebih baik, yang lebih dapat di pertanggung jawabkan.
Untuk melihat bahwa penulis sungguh-sungguh siap dengan persoalan yang tengah diargumentasikan, maka sebaiknya seluruh argumentasi itu jangan didasarkan hanya pada suatu autoritas. Dengan bersandar pada suatu autoritas saja, maka hal itu diperlihatkan bawha penulis karangan telah benar-benar mempersiapkan diri.


Sumber :



Jumat, 15 November 2013

PENELITIAN RISOLES


Ketua              : M. Najib                   ( 14211582 )
Sekertaris       : Venezia Amanda     ( 17211254 )
Bendahara     : Olivia Ronitasari     ( 15211464 )
Anggota          : 1. Catur Putri
                          2. Eka Meyzurah
                          3. Linda Saraswati
                          4. Niken Yuanita     ( 15211166 )
                          5. Rohmanto            ( 16211424 )
Kelas               : 3EA18         

UNIVERSITAS GUNADARMA
2013

KATA PENGANTAR

            Puji syukur kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan rahmat serta hidayahNya sehingga dapat menyelesaikan tugas bahasa Indonesia ini dengan baik.
Adapun judul yang dipilih dalam penelitian adalah “ RISOLES “

Dalam kesempatan kali ini penulis mengcapkan terimakasih kepada :
1.      Dosen sofskill  mata kuliah PERILAKU KONSUMEN, M.SYAHWILDAN
2.      Orang tua kami yang telah memberi dukungan kepada kami dalam menyelesaikan penelitian ini.
3.      Responden yang telah memberikan pendapatnya untuk hasil penelitian kami.
4.      Semua teman yang telah memberi dukungan kepada kami dalam menyelesaikan karya tulis ilmiah ini.
Makalah ini disusun untuk memenuhi mata kuliah Perilaku Konsumen .Kami menyadari makalah  ini masih jauh dari kesempurnaan meskipun demikian semoga makalah  ini dapat memberikan manfaat.

Bekasi, 15 November 2013

                                                                                                                                     Penyusun





i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.....................................................................................................................i
DAFTAR ISI...................................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................................1
1.1              Latar Belakang.................................................................................................................................1
1.2              Rumusan Masalah.............................................................................................................................1
1.3              Tujuan pembahasan...........................................................................................................................2
Bab II PEMBAHASAN...................................................................................................................2
Bab III PENUTUP...........................................................................................................................8
3.1 Kesimpulan................................................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................................iii









ii

BAB I PENDAHULUAN
BAB 1.1 LATAR BELAKANG
Usaha makanan merupakan jenis usaha yang berkelanjutan, dimana usaha ini dapat dinikmati semua orang, hampir semua usaha yang banyak digeluti masyarakat Indonesia adalah usaha dibidang kuliner. Kini aneka makanan banyak di temukan di setiap tempat dari tempat yang mewah hinga tempat sederhana. Seperti halnya makanan ringan yang menjadi favorit para remaja dan para mahasiswa
“Risoles” merupakan industry  rumahan, dimana hanya memproduksi dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.  “Risoles” adalah jenis gorengan risol yang memiliki  ‘improvisasi rasa yang khas’ pada bagian isinya sebagai penambah selera. Dengan mengembangkan inovasi dan kreasi baru diharapkan mampu mengatasi persaingan pasar dan dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

BAB 1.2 RUMUSAN MASALAH
1.      Produk apa yang di hasilkan ?
2.      Gambaran Pasar ?
3.      Apa itu risoles ?
4.      Bahan untuk isian risoles ?
5.      Bahan untuk kulit risoles ?
6.      Bahan pelengkap ?
7.      Cara membuat isian risoles ?
8.      Cara membuat kulit risoles ?
9.      Cara membuat risoles?



1

BAB 1.3          TUJUAN PEMBAHASAN
            Tujuan dai pembahasan Penelitian Risoles adalah untuk meneyelesaikan Tugas yang di berikan dosen

BAB II PEMBAHASAN
Produk apa yang di hasilkan
 Usaha bidang kuliner menjadi favorit para pengusaha, mudah dan hanya membutuhkan modal yang tidak terlalu banyak. kami berusaha menyajikan tampilan dan rasa yang berbeda dari sajian aneka gorengan, yang kami beri nama “Risoles”. Selain mengenyangkan, kami juga berusaha menyajikan “jajanan” sehat yang berbeda dari yang lain.
Pesaing-pesaing dari makanan atau jajanan yang sejenis memang cukup banyak di pasaran. Untuk itulah dibutuhkan keunikan tersendiri dari produk yang ditawarkan agar memiliki ciri khas yang mudah di ingat oleh konsumen itu sendiri.
 Gambaran Pasar
       Usaha kuliner ini mempunyai prospek yang cukup baik ke depannya karena belum adanya usaha yang sama yang dijalankan di lingkungan sekitar kampus GUNADARMA, sehingga kami mempunyai kesempatan yang lebih banyak untuk menarik konsumen, mulai dari kalangan mahasiswa hingga anak-anak di sekitar lingkungan kampus. Selain itu ”Risol” ini sangat bisa digunakan sebagai pengganjal lapar dengan harganya yang terjangkau bagi kalangan mahasiswa.



2


Pengertian Risol
Risoles adalah sejenis makanan cemilan atau jajanan khas dari daerah Jakarta, Indonesia. Risoles dalam bahasa Belanda disebut rissole, yaitu pastri yang berisi daging cincang serta sayur-sayuran yang digulung dadar yang kemudian diberi lapisan tepung panir lalu digoreng hingga kecoklatan. Isi dalam risoles bisa berupa potongan daging sapi cincang, daging ayam, daging ikan atupun udang, serta sayur-sayuran seperti kentang, wortel maupun jamur kancing. Untuk kulit dadar pada risoles dapat dibuat dari bahan-bahan seperti tepung terigu, mentega, kuning telur serta air susu.
Ada 2 jenis risoles yang sangat dikenal di Indonesia, yang pertama risoles dengan isian sayuran lalu dicampur dengan daging cincang, dan yang kedua risoles dengan isian ragout atau potongan-potongan wortel, kentang dan sayuran lainnya

Bahan untuk isian risoles :
1. 2 buah wortel (bersihkan kemudian potong dadu kecil).
2. 2 buah kentang (bersihkan kemudian potong dadu kecil).
3. 300 gram suwiran daging ayam goreng.
4. 2 butir telur.
5. 4 siung bawang merah (cacah halus).
6. 4 siung bawang putih (cacah halus).
7. 1 cangkir susu cair.
8. 1 cangkir air matang.
9. ½ cangkir terigu (larutkan dalam air secukupnya).
10. Garam secukupnya.
11. Gula pasir secukupnya.
12. ½ sdt merica bubuk.
13. 3 sdm margarine (untuk menumis).
3


Bahan untuk kulit risoles :

1. 500 gram tepung terigu.
2. 5 butir telur ayam.
3. 1 liter air susu.
4. 1 sdm garam.
5. 8 sdm minyak goreng.
6. 1 sdm minyak goreng (untuk olesan ketika membuat kulit dadar).

Bahan pelengkap :

1. 300 gram tepung panir.
2. 1 butir telur.

Cara membuat isian risoles :
Mula-mula siapkan wajan kemudian panaskan margarine. Tumis bawang bawang merah dan bawang putih hingga harum kemudian masukkan larutan tepung terigu lalu aduk secara merata.
Selanjutnya tuangkan 1 cangkir air masak kemudian masukkan juga wortel, kentang, suwiran daging ayam dan telur lalu aduk merata. Masak hingga wortel dan kentang matang.
Setelah wortel dan kentang matang, tambahkan garam, gula pasir serta merica kemudian tuangkan pula secara perlahan 1 cangkir susu cair lalu aduk secara perlahan dan masak kembali hingga semua bahan benar-benar matang.
Cara membuat kulit risoles :
Pertama aduk menggunakan mixer 5 butir telur ayam beserta garam, kemudian masukkan susu cair secara perlahan sambil adonan diaduk secara merata. Tambahkan 500 gram tepung terigu sambil diaduk menggunakan tangan hingga adonan licin kemudian tambahkan pula 8 sendok minyak goreng lalu aduk kembali hingga rata.

4

Selanjutnya, siapkan wajan lalu olesi dengan minyak goreng. Setelah itu bentuk lembaran-lembaran kulit dadar tipis dari adonan tadi diatas wajan. Lakukan untuk semua adonan hingga adonan habis.
Cara membuat :
Pertama, ambil 1 lembar kulit dadar kemudian isi secukupnya dengan isian risoles tadi lalu gulung risoles, selanjutnya rekatkan kulit dadar dengan putih telur. Lakukan hingga semua kulit dadar dan isian risoles habis.
Selanjutnya, kocok 1 butir telur ayam lalu celupkan risoles kedalam kocokan telur kemudian taburi dengan tepung panir yang telah disiapkan sebelumnya. Setelah itu, diamkan risoles kira-kira setengah jam sebelum risoles digoreng.
Setelah 30 menit, goreng semua risoles hingga risoles berwarna keemasan kemudian aangkat dantiriskan. Sajikan risoles diatas piring saji.  
Daftar Harga Risoles
Jenis Komoditi yang di Produksi : RISOL merupakan usaha yang bergerak di bidang makanan yaitu risol berisikan aneka macam isi. Kami memilih usaha di bidang makanan karena usaha ini disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan yang kami miliki untuk mengembangkan usaha ini. Kami memilih bahan yang segar dan berkualitas serta memiliki cita rasa yang khas juga pilihan isi risol yang beragam. Risol ini kami sesuaikan dengan keinginan pasar yang pada umumnya menyukai jajanan pasar.






5

RISOLES
RASA / ISI
HARGA
Mayones ( biasa )
Rp 3500,00
Bihun
Rp 1000,00
Kentang & Wortel
Rp 2000,00
Krim keju
Rp 5000,00
Daging
Rp 5000,00
Mayones ( pedas )
Rp 3500,00

Dilihat dari tabel diatas dari segi rasa da harga dapat mempengaruhi minta konsumen untuk membeli risoles tersebut. Dari hasil yang kami teliti risoles yang berisi mayones lebih dominan dari yang lain itu pun yang mayones dengan rasa pedas , meskipun tidak semua orang menyukai pedas tapi mayones yang pedas lebih bnayak diminati. Dari hasil yang didapat untuk lingkungan mahasiswa mayones lebih banyak diminati karna harga yang bisa dikatakan murah dan rasa yang sebagian besar mahasiswa juga menyukainya. Dan segi tampilan juga sangat berpengaruh contohnya risoles yang agak kering dengan yang tidak begitu kering ( lunak ) , dari keduanya yang lebih menarik adalah risoles yang kering meskipun  agak sedikit keras.
Perbedaan Risoles dengan Kroket
Mungkin dilihat dari bentuk hampir sama bahkan pula terkadang ada yang sama persis , serta sekarang pun isi atau rasanya sudah sama. Namun dari teknik pembuatan lah yang membedakan kedua nya.
·         RISOLES: 
Terbuat dari kulit crepe yang diisi adonan isi, dicelupkan ke dalam telur, dipanir dan digoreng. Penampilannya sedikit kasar dan "bergerigi" karena efek panir.Adonan kulit terbuat dari campuran terigu, cairan (susu/air/santan), telur, garam, minyak goreng/margarin, lalu didadar tipis- tipis di atas teflon.

6

Adonan isi dapat dibuat bervariasi, yg paling populer adalah ragout, terbuat dari daging giling dan wortel yang dimasak sampai bertekstur "creamy". Adonan isi tadi diisikan sedikit- dikit ke dalam lembaran kulit, dicelupkan ke dalam kocokan telur, dipanir dengan menggunakan tepung roti kasar dan digoreng.

·         KROKET
Terbuat dari kentang yang dihaluskan dan diisi adonan isi. Dibanding risoles , penampilan kroket jauh lebih "gemuk" dan kokoh, karena adonan kulitnya bukan berupa lembaran, tetapi kentang.
Adonan kulit kroket adalah kentang kukus (ada juga yang menggunakan kentang goreng), yang dihaluskan dengan tambahan garam, merica, margarin dan susu bubuk. Adonan isi yang paling populer adalah daging giling yang dimasak dengan bumbu sop. Sama dengan risoles, sebelum digoreng, kroket juga dicelupkan ke kocokan telur dan dipanir dulu. Tetapi biasanya yang digunakan sebagai panir adalah tepung roti halus.
Ada lagi yang bisa dibilang hampir mirip dengan risoles dan kroket , yaitu LUMPIA makanan khas kota SEMARANG ini juga mempunyai bentuk yang agak mirip dengan risoles dan kroket tapi lumpia mempunyai isi atau rasa yg berbeda , di kota asalnya Lumpia ini berisi rebung namun saat ini lumpia sudah bisa di inovasi kan dengan berbagai isi bukan hanya rebung karena rebung juga agak sulit dicari , dan tidak semua orang menyukai rebung. Lumpia ,terbuat dari kulit yg diisi adonan isi, dan digoreng.
7

Penampilannya mulus dan kaku, rasanya juga lebih renyah, karena tidak dipanir sebelum digoreng.

Tekstur kulit lumpia tidak selembut tekstur kulit risoles (yg notabene adalah kulit crepe). Biasanya adonan kulit lumpia terbuat dari terigu, air, minyak dan garam (beberapa resep juga menyertakan putih telur) yang didadar tipis2 di teflon. Ada juga kulit lumpia siap beli yang banyak dijual di supermarket2 atau pasar (hati2 tertukar dgn kulit pangsit!!!). Adonan isi bervariasi, yang paling populer adlh isi sayuran (campuran taoge, wortel dan rebung) yg ditumis sampai matang. Adonan isi diisikan ke dlm kulit dan langsung digoreng atau dimakan begitu saja (disebut LUMPIA BASAH).


BAB III PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Gorengan bukan merupakan kuliner yang asing lagi bagi masyarakat Indonesia, karena rasa yang enak dan harga yang sangat terjangkau membuat banyak orang yang menyukai makanan yang berbahan dasar tepung dan kombinasi sayur- sayuran ini . Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa menyukai makanan yang satu ini.
              Target pasar dari  “Risol” ini adalah remaja khususnya mahasiswa yang mempunyai aktivitas yang padat, karena aktivitasnya yang padat.
Hadir sebagai salah satu pilihan makanan yang sangat praktis, dan sangat cocok jadi makanan mahasiswa yang sangat sibuk dan tidak bisa meluangkan waktu untuk makan di rumah makan dan bisa sebagai alternatif pengganjal perut…

8

DAFTAR PUSTAKA


















iii